[^__^] Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh [^__^]

Minggu, 26 Maret 2017

Terus Meminta

   Sayang, malam ini kau terlelap begitu pulas. Wajahmu terlihat seperti anak kecil yang tertidur karena kelelahan sehabis bermain.

   Kuperhatikan lagi wajahmu begitu tenangnya, begitu polos dan bersahaja.

    "Lho, nggak tidur ma?" Ia terbangun seketika, masih berbaring membuka mata sedikit, memicingkan saja.

   "Ma? Haha.." Aku tertawa seketika, kau sebut aku mama. Padahal belum ada benihmu yang terlahir dirahimku ini.

   "Nggak pa-apa ma. Semoga ini menjadi doa" Kau ikut tertawa sebentar, lalu meninggalkanku ke jamban.

   "Tunggu, apa kau benar ingin menjadi ayah?" Aku menimpali, seketika kau terdiam. Pandangmu kembali serius.

"Tentu saja.." Wajahmu heran, memeriksa dengan seksama.

"Baiklah, kau kini seorang ayah" Aku acak-acak rambutmu dengan gemas.

"Benarkah?!" Matamu membesar, seakan tidak percaya.

"Ya, insyaalloh.." Aku hanya dapat tersenyum mendapati ekspresinya seperti itu.

"Emang udah di cek ya mah?" Matamu makin membesar, kini kedua tanganmu mengepal kedua tanganku, agak kuat.

"Udah, he.." Aku hanya dapat tersenyum geli memerhatikan wajahmu.

"Hasilnya positif ya mah?" Kau memburu tidak sabar. aku mengangguk, tetiba perasaan bahagia menyergap. Dan kau kini terlihat sama.

"Alhamdulillah," Kau seketika menyungkur ke arah kiblat, sujud penuh syukur.

"Kita beneran jadi orang tua mah?" Sekali lagi kau berbalik, menatapku begitu dekat, hanya dapat tersenyum saja aku dibuatnya.

Seketika kau berlari ke jamban, mengambil air wudhu untuk mendirikan qiyamullail. Lalu dengan tersenyum kau menarikku untuk bangkit, mengantarkanku ke jamban. Dengan wajah penuh bahagia mengajakku untuk segera bersujud syukur.

#Tsabita, doa seorang ibu