[^__^] Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh [^__^]

Sabtu, 18 Februari 2017

Siapalah Aku ?

#Siapalah Aku?

 “Hey bukankah kita baik-baik saja?” Ku coba berkelakar, demi melihatmu terlihat pucat akhir-akhir ini. Tapi kau hanya terdiam, berpaling. Tidak lagi menyambut dengan senyum ceria yang biasa kulihat indah dan langka seperti biasanya.

 Aku coba sedikit mendekat, meski agak sedikit kikuk. Seakan ada sesak seketika, melihatmu makin lesu. Badanmu pun nampak makin kurus setelah terakhir kita bertemu, ‘moga tidak separah yang ku kira, hatiku berdoa sendiri, masih tetap memeriksa wajahmu. Dada kita menghela berat, menyaksikan kejadian yang rumit hanya karena perasaan tidak terduga telah tumbuh, dan salahnya kita tidak segera membunuhnya sedari awal.

 “Maaf, saat itu semestinya tidak terjadi. Emosi meledak begitu saja. Kakak salah paham dan khilaf..” Aku coba meminta maaf, namun hanya mendapatimu tersenyum lemah,

“Nggak papa kak, sayapun akan berbuat sama saat diposisi kakak” Bisikmu pelan -
 “Wanita mana yang rela berbagi kekasih?”Masih dengan berbisik kau menjelaskan. Wajahmu baru nampak menoleh menatapku, tatap tajam memaksaku mengerti akan luka dalam hati yang tidak dapat lagi terkata-kata.

 “Sekali lagi maaf.. Kakak hanya ingin memastikan semuanya aman” Ku coba kembali menegaskan.

 “Iya Kak, Saya mengerti. Maaf saya masih ada urusan..” Kini kau tersenyum, namun air muka itu tidak sedikitpun terlihat benar-benar merelakannya

 “ Saya pamit” Hingga kau berlalu dengan tergesa, sementara aku merasa menjadi pihak yang paling merasa bersalah. Sejahat Rahwana yang memisahkan Rama dan Sinta yang saling mencintai. Tapi biarlah.

‘Aku memang tidak kuasa memaksa jiwa, sebagaimana kuasa Sang Pencipa membolak-balik hati setiap insan. Hanya saja tidak ada cinta yang suci sebelum halal, sebelum semua makin terluka, sebelum semua makin terhina. Ku tegaskan bahwa diri ini sebatas menyayangi kekasih halalnya, kekasih yang telah diridhoi-Nya untuk berlayar bersama dilautan ketentuan-Nya’-
‘Bukan cinta yang membuat kalian saling mengelak, karena menyadari sepenuhnya akan Pandangan-Nya Yang Maha Melihat bahkan hingga ke palung hati.’ Hatiku terus berteriak sebatas hati, menyaksikanmu yang makin menjauh.

‘Dik, Kakak mengerti bagaimana pedihnya perasaanmu saat ini. Kita merasakan pedih yang sama sebagai seorang wanita. Dan kita kerap lupa bagaimana lelaki berpikir sangat sederhana tentang semua ini. Ya, mereka semua sederhana’

#jejak_para_kekasih
_19022017