[^__^] Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh [^__^]

Senin, 06 Maret 2017

Memesra Pagi



   "Pagi itu selalu ajaib ya, segalanya seakan bermula, semangat dan energi terasa penuh. Padahal kerap dimalamnya, kita merasa penat dan resah, seakan waktu tidak akan berlanjut" Katamu dengan tersenyum, selalu saja itu yang pertama kali kudapati mendapati di awal pagi bersamamu. Sayang, aku tak bisa sepenuhnya meresapi rasa syukurmu karena rutinitas sebagai perempuan lebih menyita perhatianku. Hanya dapat tersenyum saja membalasnya, ingin segera menuju jamban.

"Hey, mau kemana?" Katamu setengah protes,

"Sayang, aku mesti mencuci pakaian." Aku menyahut, berusaha mengelak dari dekapannya.

"Dengar, aku merasakan energi pagi begitu kuat saat ini. Diamlah sejenak, kita serap bersama" Katamu lirih, kau mendekap makin lekat.

"Kamu telat sayang," Aku ikut berbisik,

"Telat?" Kau seketika membalas, nampak sedikit heran.

"Iya telat, Istrimu ini telah sejak tadi menyerap energi itu. Dan kini saatnya menggunakannya untuk bekerja, sayang bila nanti habis begitu saja sebatas perenungan. He.." Aku jawab becampur geli. Sedang kau seperti terhenyak, kaget. Hingga perlahan pelukanmu mengendur, kini saatnya aku bebas.

"Hey mau kemana? Jangan harap bisa lepas begitu saja," pelukmu kembali menguat.

"Sayang, aku sibuk!" Aku menegaskan padamu, sekarang bukan saat yang tepat untuk bermesraan.

"Aku lebih sibuk lagi," Kau tetap memeluk, kini berbisik lebih lirih, memesra, meniup daun telinga kananku.

"Lalu kenapa masih menahanku?" Aku sedikit kesal, kamu selalu terlalu santai.

"Karna sekarang aku sibuk meresapi bara cinta, makin membara saat ku lihat kau begitu sederhana dalam bertindak.Mengurai yang kupikir rumit menjadi sederhana, langsung mewujud pada tindakan. Kau tahu? Butuh kecerdasan luar biasa untuk melakukannya" Senyummu mengembang, kita saling menatap, semakin dekat.

#Tsabita, do'a seorang ibu