[^__^] Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh [^__^]

Senin, 21 Mei 2018

Panas Dingin Aktivis Jajanan

Cerpen:
.
Alih-alih mempersiapkan amalan ekstra di bulan Ramadhan, Udin justru berpikir beramal yang tidak biasa. Idenya itu telah ia ceritakan hampir seratus kali sejak penghujung bulan Sa'ban, berarti dalam sehari ia bercerita dengan kata-kata yang sama dalam tiga hingga empat kali tanpa sedikitpun aku minta menjelaskannya. Sebagai sesama aktivis Pe-ka-el, aku hanya bisa mengangguk, mengiyakan. Berharap ia segera menyelesaikan ceritanya, sebelum telingaku mati kebosanan.
.
Udin Es-Buah, begitu para aktivis pe-ka-el lain menyebutnya. Memang terbilang seorang pribadi yang energik, mempunyai bakat orasi jalanan yang kuat. Dengan cuaca terik maupun hujan terus saja berteriak-teriak merayu calon konsumennya, hingga banyak para pejalan berhenti lalu -seperti terpaksa- membeli es buah dagangannya -padahal musim penghujan selalu membayang- Sejak itulah, dengan bakat oratornya ia mendapat julukan terkenal sebagai Udin Es-Buah. Dagangannya selalu laris, meski penghujan selalu mengiris. Tapi anehnya, setiap kali Udin ditanya bagaimana perkembangan usahanya pekaelnya itu, ia pasti menjawab dengan cepat, "Sedang dingin,".
.
Suatu siang, sehari sebelum memasuki bulan Ramadhan. Udin tidak energik seperti biasanya.Ditengah tumpah ruah keluhan para aktivis pekael penjaja jajanan yang tidak bisa berdagang siang-siang, kali ini hanya mendengarkan dalam diam. Otaknya seperti diperas begitu rupa -terlihat dari garukan kasar tangannya dikepala-, hingga yang melihatnya tertawa. Ia tetap bergeming, larut dalam pemikirannya sendiri. Sebagai Udin Es Buah, kali ini benar-benar dingin tiada kentara.
.
"Aku punya ide revolusioner untuk perubahan besar kehidupan kita mengais rejeki di jalanan!" Katanya tiba-tiba. Sontak para aktivis pekael lainnya memnadangnya kaget, karena ia berteriak seketika. Para pengeluh terperangah, yang sedang menjamu para spg yang kelaparan hampir menyiram konsumennya dengan bumbu kuah. Aku sendiri hampir saja menyampur aneka buah dengan sampah, kaget, bercampur kesal dan penasaran dengan teriakannya yang tiba-tiba.
.
"Ada ide apa lu Din?" Penjaja bola baso yang hampir menyiram kuah ke buah dada spg yang kelaparan segera menyergah, ia terlihat paling marah rupanya.
.
"Kita selama Ramadhan tetap dapat jualan seerti biasa tanpa takut terciduk aparat pemerintah," Udin cengengesan memandang enteng saja menuai pandang amarah dari sang Aktivis kuah Baso itu.
.
"Caranya Din?" Aku jadi semangat mendengarnya, moga saja idenya benar-benar brilian.
.
"Kita jualan di lingkungan instansi setiap musolah, dengan promo batal puasa gratis!" udin makin bersemangat.
.
"Wah, bisa rugi kita, dan tak mungkin baso kuah saya harus berubah rasa jadi manis, enggak mungkin Din! Nggak mungkin!" Aktivis Kuah Baso kembali menyergah, malah sekarang ia jadi menumpahkan kuah campur cabe ke dada SPG didepannya, membuat perempuan slemohai itu menggeliat, merasakan panas-panas membara dalam dadanya.
.
"Kita kasih gratis buat batalinnya aja, tapi tidak buat kenyang, HAHAHA!! " Katanya tersenyum bangga, tanpa melepaskan pandanganya dari dada SPG yang menggoda -yang ternoda merah cabe yang kian panas membara- sejak mula ia tertawa.
.
Ar, 21052018