[^__^] Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh [^__^]

Senin, 06 Februari 2017

Mimpi Terindah

 Terkadang seseorang akan menangis, ketika bahagia tak terwakili sederhananya sebuah kesenangan dalam senyuman. Juga sering kita melihat bagaimana seseorang terbahak dalam kesedihannya, seakan tangis sudah tidak lagi mewakili rasa terluka yang begitu menyiksa.

 Terkadang jiwa menerima sesuatu yang melebihi kelima indra, hingga lahirlah indra ketujuh menembus batas-batas kasat mata. Sebagiamana sebuah doa, sebagaimana sebuah cinta.

 Dalam kelam mimpi semalam, kulihat bulan purnama. Bermandikan gemintang yang jernih terbasuh langit hitam. Lalu angin melambat, melembut perlahan mengendap tak menapak pada permukaan tanah.

 Bagaimana semua ini dapat terlewati begitu saja? Terhanyut geming demi merasakan kejernihan akan suatu kasih dan sayang, yang tidak mungkin terpenuhi manusia yang serba alpa.

 Akankah semua dapat membuka mata dan wajah untuk bersama menikmati ini semua? Meski peluh selalu luruh, meski kisah terus mendesah? Menatapi untuk menetapi sebuah negri penuh cahaya.

 Biarlah lagu itu terus mengalun, meremajakan jiwa yang merenta karena lelah. Karena sejatinya ia kekal, tidak mesti berubah oleh belenggu masa dan keadaan.

 Biarlah ku mengingat, meski membeku di setiap malam-malam panjang. Biar sebatas bayang yang memandu, karena lahirmu membahagiakan seluruh alam. Dan semoga ingatlah jiwa yang lupa ini akan Penciptamu.

 Terus saja ku mengeluh, sebagaimana seorang anak kepada ayahnya yang kian lama berpisah lalu dipertemukan diujung rindu. Namun hanya diam, tersenyum lalu membuka tangan untuk mendekapku dengan hangat.

 “Segala puja dan puji hanya bagiNya, yang mempertemukan tiap insan meski terhalang ribuan masa dan palung-palung zaman. Lalu semua akan kembali dan disatukan dengan siapa yang dicintainya” Kuingat kau berbisik lirih, memberi isyarat akan berlalu. Dan akhirnya berbalik pergi setelah menitip salam dan senyum yang begitu indah.

#mimpi_terindah
#jejak_para_kekasih

Tidak ada komentar: